Selasa, 21 Desember 2021

A Happy

 Bagaimana aku menyebutnya tersenyum, sedangkan ia selalu menangis di hadapan tuhannya, bagaimana aku bisa memaksanya bahagia jika kebahagiannya telah lama sirna. Mungkin kehidupan terlalu kejam namun yakin lah ia tidak benar-benar membunuh jika kau mau berusaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita "NUR"

 PART 1 "ISTANBUL" Sang Surya menyambut dengan kehanggatan tiada tanding, silauan mata seakan-akan ritual wajib di pagi hari, para...