Bagaimana aku menyebutnya tersenyum, sedangkan ia selalu menangis di hadapan tuhannya, bagaimana aku bisa memaksanya bahagia jika kebahagiannya telah lama sirna. Mungkin kehidupan terlalu kejam namun yakin lah ia tidak benar-benar membunuh jika kau mau berusaha
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cerita "NUR"
PART 1 "ISTANBUL" Sang Surya menyambut dengan kehanggatan tiada tanding, silauan mata seakan-akan ritual wajib di pagi hari, para...
-
Hari ini melelahkan ya Semilir angin mulai terdengar Ruang-ruang sepi mulai hadir Tak penting betapapun wajah berpaling Sang takdir tak akan...
-
Teman terbaikmu adalah dirimu sendiri, jangan menaruh ekspektasi lebih kepada manusia, karena itu menyakitkan
-
Bagaimana aku menyebutnya tersenyum, sedangkan ia selalu menangis di hadapan tuhannya, bagaimana aku bisa memaksanya bahagia jika kebahagia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar