Desember terima kasih atas suka dan duka satu bulan ini, aku tidak pernah berharap lebih hanya saja aku sedikit memaksa, jadikanlah desemberku tahun esok menjadi desember yang menyenangkan , meski tidak ada teman dan keluarga di sampingku.
Desember aku tahu aku sedikit berlebihan, banyak duka yang kau berikan namun juga tawa bahagia yang tidak tergantikan, desember kau benar-benar membuat ku tertawa aneh bulan ini. Aku tidak pernah berharap desember ku seperti ini dan ya juga tak pernah terbayangkan.
Bulan ini mungkin sebagian dari titik terendah dalam hidupku, namun ya aku masih bersyukur banyak goresan senyuman yang kau berikan dikala tanggis menerjangku. Mungkin badai kali ini bisa ku sembunyikan namun tidak dengan gemuruh dan hujannya.
Tetesan bening itu selalu menghantui ku akhir-akhir ini, ya lucu bukan? bagaimana mungkin orang yang selalu cuek dan dingin ini menjadi si pecundang yang terus menangis. Aku tak berjanji jika aku tidak kuat tolong ikhlaskan saja, jangan membuat ku terbebani ya.
Desember sampaikan pada januari, aku tidak ingin luka ini datang lagi, jika aku hanya di takdirkan berteman denagn sepi, maka biarkan hal itu terus terjadi, aku tidak ingin matahari memaksaku bangun, rembulan memaksa ku tidur dikala aku hancur dan penuh titik hitam.
Jika ini memang harus ku alami semoga duka ini tidak terulang, semoga hatiku menerimanya, semoga aku kuat menjalaninya.
Desemberku sangat dingin, sunyi, sendiri, aku ingin pulang kali ini aku benar-benar merindukan desember ku tahun lalu, hahha ini tidak lucu tapi ini benar, aku ingin kembali, ini benar-benar menyiksaku. Namun aku juga tidak ingin menjadi pengecut di hidup ini, terlalu dini untuk mengupat takdirku, aku akan mencobanya lagi.
Ini lelucon yang membuatku biggung haruskah aku tertawa atau menangisinya, perjalanan ini terlalu menyeramkan, namun kenapa tidak untuk di lalui adalah suatu tantagan.
Sudahlah ini hanya kehidupan , aku hanya bercanda , lupakan ahahha